20:04
0

Mulai tanggal 1 Januari 2023, saya ditugaskan di Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol P3KP Kota Pekalongan. Tidak terlintas sama sekali dalam pikiran bahwa saya akan berdinas di Bidang Damkar & Penyelamatan Kota Pekalongan. Setelah saya mengetahu bahwa saya akan berdinas disini, saya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tugas dan fungsi instansi ini, beserta personilnya.Bagi saya orang-orang yang  bertugas di damkar, 99% orang baru, sebelumnya saya tidak kenal. 

Pertama kali saya melihat luar dan dalam gedung Mako Damkar & Penyelamatan Kota Pekalongan, gedung yang tidak terawat, tidak rapi dan kotor. Dari awal disini saya berupaya mengajak semua anggota untuk menjaga kebersihan. Saya memberi contoh dan bersama-sama dengan anggota yang peduli, membersihakan semua ruangan dan mengajak untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. 

Mayoritas atau sekitar 90% anggota adalah perokok aktif. Demi kebersihan, kerapian dan sarpras sepele mako saya mengeluarkan uang pribadi. Contoh dari sarpras sepele yaitu: membuat alat jaring untuk menangkap anjing dan monyet. Saya selalu berusaha terjun kelapangan bersama anggota, agar mengetahui dengan mata sendiri, kendala-kendala anggota dilapangan. Ketika mendapat laporan adanya anjing dan monyet, anggota belum pernah berhasil untuk menangkapnya. Kemudian saya muncul ide untuk membuat alat sederhana untuk memudahkan menangkap anjing dan monyet.Kondisi gedung Mako Damkar yang jauh dari standar mako damkar yang seharusnya, beralih melihat keadaan dan konsdisi tiga armada truk yang nampak kurang pemeliharaan. Sudah banyak cat yang mengelupas, bagian bawah yang kropos dan interior yang sangat tidak terawat. Armada damkar milik daerah lain, rata-rata terawaat karena parkir armada di beri payon agar tidak kena hujan dan panas, sedangkan di Damkar Kota Pekalongan dibiarkan kena panas dan hujan bertahun-tahun. Kemudian setelah beberapa bulan disini saya sudah mulai memahami karakter masing-masing anggota.  

Perlahan dan pasti saya sudah dapat beradaptasi dengan mereka. Anggota damkar Kota Pekalongan ada beberapa mantan atlit pemain sepakbola, dan beladiri. Keterbatasn sarpras membuat mereka sering mengalami kendala dilapangan. Saya membawahi Seksi Pencegahan dan Informasi. Tugas dan fungsinya yaitu: berperan aktif memberikan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran dan informasi tentang suatu kejadian kebakaran. Melalui semua media sosial milik saya sendiri, saya menyebarkan informasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Saya sendiri sudah aktif di internet sejak tahun 1995 dan mulai sangat aktif mulai tahun 2001, pada saat itu saya mengelola bisnis di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang bernama "PJK" (Putra Jaya Komputer). Saya senang adanya kunjungan siswa-siswi dari TK atau PAUD, tetapi dengan adanya pengurangan jatah solar untuk armada truk, beberapa permintaan kunjungan TK/PAUD ditolak. Dengan adanya kunjungan TK/PAUD ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi seksi saya yaitu: mendedukasi tentang pencegahan kebakaran dan mengenalkan tugas damkar dan penyelamatan. Tugas lainya seperti melakukan inspeksi sarpras pencegahan kebakaran di instansi milik pemerintah dan swasta, tetapi sayang Damkar & Penyelamatan Kota Pekalongan belum memiliki alat-alat pengecek yang layak. Menurut beberapa anggota yang sudah lama berdinas disini, mako sempat dikunjungi oleh pejabat-pejabat tinggi Pemkot Pekalongan, namun sampai sekarang belum mendapat prioritas di penganggaran keuangan daerah. Saya prihatin setelah mengetahui kondisi damkar dan penyelamatan Kota Pekalongan  yang tidak begitu diperdulikan oleh para petinggi di Pemkot Pekalongan. Sebenarnya syarat wajib sebagai petugas pemadam kebakaran dituntut stamina tubuh yang sehat, bergas dan waras. Untuk menjaga stamina dan keahlian (skill) perlu diadakan kegiatan olaraga dan latihan yang rutin untuk semua anggota lapangan. Saya punya niat besar untuk menata sistem kerja di Damkar dan Penyelamatan Kota Pekalongan lebih baik namun saya belum ada dukungan dari atasan. Berikut ini yang saya perjuangkan agar sistem kerja menjadi lebih baik  yang otomatis pelayanan ke masyarakat menjadi baik pula.

1. Merevitalisasi pos damkar di Kertoharjo. Seperti kita ketahui bersama Kota Pekalongan terbelah jalur rel kereta api dan pertumbuhan pemukiman ke arah selatan kota.

2.Pemeliharaan armada damkar wajib dilakukan rutin setiap bulan.

3.Mengaktifkan kembali radio komunikasi UHF/VHF di semua armada, personil dan mako. Karena selama ini sering terjadi miskomunikasi sesama petugas di lapangan. Selain itu mako dapat selalu memonitor ketika petugas masih bekerja di lapangan.

4,Perlu diadakan kegiatan olaraga dan latihan bersama secara rutin.

5.Melengkapi sarpras damkar agar sesuai dengan standar nasional

Perlu adanya keterbukaan di keuangan damkar dan penyelamatan, agar tidak menimbulkan saling prasangka antar anggota. Saya sendiri sejak awal di berdinas disini sudah memberi contoh "keterbukaan di bidang keuangan" kepada semua anggota. Saya berusaha menjadi kepala seksi yang "amanah" dan berpikir untuk memajukan damkar agar tidak stagnan. Saya mempunyai tekad yang besar untuk membawa damkar lebih baik, namun jika tidak didukung dari para stake holder (pemangku kepentingan) tidak akan terwujud. Intinya di Bidang Damkar dan Penyelamatan, saya mendapat pengalaman baru. Seperti menjadi sopir truk damkar, menyemprotkan air, having fun dengan anak-anak TK/PAUD, dan berurusan dengan satwa-satwa liar. Pengalaman ini sebelumnya tidak pernah saya dapatkan di instansi dimana saya berdinas dulu.

https://falentinoekalaksanaputra.blogspot.com/2016/11/pengalaman-menjadi-pns-di-pemkot.html




 

Next
This is the most recent post.
Older Post